in

Penanggulangan Diri Terjerat Virus Cinta Tak Kasat Mata

https://www.instagram.com/rully.photography68463/

Cinta memanglah suatu hal yang abstrak dan sangat sulit sekali dilukiskan. Kehadiran cinta hanya dapat dirasakan, dia tidak akan dapat di pegang, di lihat, bahkan di dengar sekalipun. Namun virus cinta kerap sekali membuat diri kita semakin terancam jika sudah memasuki setiap jiwa yang merasakanya. Perubahan sikap sering sekali kita temui pada dalam diri mereka, yang mulanya bersikap terbuka perlahan – lahan mulai meningkatkan privasi, contoh sederhananya terjadi pada remaja yang menutupi sesuatu yang terjadi pada orang tuanya, karena sedang terjerat dalam sebuah rasa yang dinamakan cinta pada pandang pertama. Hal tersebut sudah tidak lazim lagi bagi remaja, karena soal mengenal cinta bahkan sampai berkencan sekalipun sudah terjalin sejak dirinya masih berada di bangku sekolah. Banyaknya momen jatuh dan bangun mereka jalin, ini adalah bagian dari fase pertumbuhan dari seorang manusia.

Namun yang menjadi tidak biasa adalah sebuah peristiwa percintaan yang mulai menganggu aktivitas sehari – hari, atau bahkan lebih jauh lagi sehingga membuat seseorang yang terjerat virus cinta ini menjadi depresi karena rasa cintanya tidak dapat di penuhi sehingga berpotensi memutuskan untuk menuntaskan kehidupannya. Di kutip dari Malaysian Digest, pada tanggal 31 januari 2017 terdapat kasus bunuh diri Thailand. Busakorn seorang gadis 19 tahun di temukan tewas setelah gantung diri di apartementnya. Kita dapat melihat seberapa sadisnya cinta jika tidak di selingi dengan akal yang sehat dan agama yang kuat. Maka dari itu penanggulangan diri akan sesuatu yang membuat seseorang merasa sakit hati dalam bercinta itu sangat penting, tak luput dengan kehadiran orang – orang yang berada di dekatnya untuk dapat memberikan saran yang baik ketika terserang virus cinta.

Para ahli di bidang psikologi dan kesehatan mental mengatakan bahwa salah satu syarat untuk menjalin hubungan dengan sehat sekaligus mendapatkan kehidupan yang produktif adalah mempunyai kesehatan mental yang tentunya sehat, identitas diri solid dan kondisi emosi juga mental seperti halnya sedih, takut, gembira dan lainnya lagi pada sesaat akan mempengaruhi kognisi, persepsi, motivasi juga ketertarikan. Kondisi positif itu kemudian akan menumbuhkan rasa yang kuat dan percaya diri. Sehingga orang itu tidak membutuhkan sebuah dukungan dan juga pengakuan orang lain untuk memperkuat sense of selfnya.

Sehingga untuk mengembalikan seseorang pada pribadi yang sehat adalah memperkuat pribadinya, dengan meningkatkan sumber kekuatan pribadi secara internal, maka hal tersebut akan mengurangi ketergantungan pada kekuatan ekstelnalnya. Orang tersebut dapat merasa aman dan percaya dengan dirinya, bahkan merasa aman setiap kali memulai jalinan hubungan cinta dengan orang lain. Ada kalanya seseorang yang terserang virus cinta membutuhkan bantuan para profesional untuk menangani masalah ini, dengan cara membimbing dan mengarakan mereka membangun pribadi yang positif.

Pada akhirnya, jika seseorang mengalami patah hati dalam hubungan cinta jangan sampai menghilangkan akal sehatnya untuk berpikir, tetap terus berpegang teguh pada tiang agama sehingga sesuatu yang tidak di inginkan tidak akan terjadi terhadap keberlangsungan hubungan seseorang. Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang baik, maka seharusnya seseorang membangun komitmen untuk menyatukan visi dan misi dalam hubungan bercinta sekaligus membuat sebuah hubungan yang lebih baik lagi.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Written by Anggitaaprilia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Posesif Jalan Menuju Ketaatan Cinta, Berikut Alasanya

Punya Cowok Humoris? Jangan Khawatir di Ambil Orang