in

Ini Cobaan yang Dihadapi Menjelang Hari Pernikahan

cobaan sebelum menikah
cobaan sebelum menikah

Jelang hari H pernikahan memang harus dipersiapkan secara matang-matang, mental yang tangguh juga sudah harus ada dalam diri kalian, banyaknya cobaan sebelum menikah kadang membuat beberapa pasangan menjadi takut untuk menghadapi momen sakral tersebut. Cobaan bisa datang dari mana saja saaaketidak cocokan dalam memilih vendor, lokasi pernikahan, dress pengantin, dll.

Bahkan meskipun persiapan pernikahan sudah rampung nyaris seratus persen, restu dari kedua keluarga sudah dikantungi, masih ada saja godaan yang bakal membuat salah satu pihak ragu. Ada pula yang akhirnya sampai membatalkan rencana pernikahan. Setiap calon pengantin pasti ingin segala sesuatu sempurna dan berjalan dengan baik.

Tak semudah kelihatannya memang, kadang si calon pengantin wanita mau menikahnya dengan konsep A, si calon pengantin pria maunya B, belum lagi campur tangan pihak dua keluarga yang kadang membuat kepala ingin pecah. Ada baiknya kamu dan pasangan bersiap-siap untuk hal yang satu ini. Meski kelihatannya sepele, perbedaan persepsi antar orangtua tetap saja mampu memicu perpecahan, di saat banyak tekanan inilah, pertengkaran demi pertengkaran terjadi akan tampak ego masing-masing.

Beberapa dari cobaan sebelum menikah diatas pasti pernah dialami oleh para calon pengantin, dimana cobaan tersebut memang harus diantisipasi dan dipersiapkan agar fondasi dalam mempersiapkan pernikahan tidak mudah runtuh. Jangan sampai gagal menikah karena tiba-tiba tahu watak asli pasangan yang suka membentak, stress berat dan egois muncul karena memikirkan permasalahan yang rumit tersebut.

Jelang hari H, kamu dan pasangan makin sering terlibat pertengkaran. Kalau sebelumnya kamu lebih sering marah secara sepihak, kini dua pihak makin sering perang mulut dan berdebat mempertahankan argumennya masing-masing. Hal kecil tak jarang malah dibesar-besarkan. Hal ini biasanya hadir karena kecemasan dan kegugupan jelang hari H.

Setelahnya pasti kalian juga kan memikirkan bagaimana kelanjutan kehidupan setelah menikah, terkadang akan muncul pertanyan bahwa “apakah aku bisa menjadi istri yang baik? Apakah siap aku mengabdi untuk dia?” atau sebaliknya jika pria “apakah aku bisa menjadi pemimpin keluarga yang baik dll. Sebelum menikah ada baiknya berincanglah tentang hal positif tersebut dengan pasangan. Dengan sering berdiskusi maka akan meminimalisir juga adanya kesalah pahaman antara kalian, selain itu, libatkan juga keluarga dalam penentuan konsep pernikahan, kecuali memang keluarga sudah mempercayai kalian berdua untuk menentukan sendiri pilihan yang kalian inginkan.

Menikah memang terlihat menyenangkan, tapi untuk menggapainya kalian butuh sebuah perjuangan yang ekstra agar sampai pada titik itu, tetap fokus dalam menjalaniya dan selalu berfikir positif agar masalah dapat dihadapi satu-persatu. Tak lupa selalu libatkan Tuhan dalam setiap langkahnya agar senantiasa direstui dan dilancarkan hingga hari akhirnya sah menjadi pasangan suami istri yang paling bahagia.

What do you think?

Written by Diera Mutiara

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

hargai istrimu

Ini Tanda dari Suami yang Tidak Menghargai Sang Istri

Dia “Give Up” Ketika Diriku Tanpa Make Up (PART II)

Dia “Give Up” Ketika Diriku Tanpa Make Up (PART II)